Siaga Setelah Gempa Jakarta

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Selama ini, ada anggapan bahwa ibukota tidak berisiko terhadap gempa karena lokasinya di pantai utara Pula Jawa.

Faktanya, ketika terjadi gempa berkekuatan M 6,1 di selatan Lebak, goncangan cukup kuat terasa di sampai Jakarta dan menimbulkan kepanikan. Catatan sejarah dari tahun 1699 dan 1780 juga menyebutkan kerusakan yang parah di Batavia setelah terguncang gempa.

Banyak warga yang belum tahu langkah tepat untuk menanggapi gempa. Apakah harus memaksakan diri lari keluar atau cukup mencari tempat aman di dalam ruangan? Apakah harus menuruni tangga atau cukup bertahan di lantai gedung?

Poster tangga gempa dari Kemendikbud RI.

Gempa tersebut sebenarnya memberikan pesan penting kepada warga Jakarta dan sekitarnya bahwa sumber gempa jauh pun dapat menjadi ancaman bagi Jakarta. Warga Jakarta harus memahami kesiagaan meskipun di Jakarta tidak terdapat sumber gempa karena kota ini dapat diguncang gempa dari sumber gempa di Jawa Barat dan Banten. Juga ancaman sumber gempa zona subduksi lempeng di Samudra Hindia.

Penting untuk menggiatkan edukasi mitigasi bencana agar lebih memahami cara menghadai gempa bumi. Aspek keamanan bangunan juga harus dilakukan. Perlu ada audit bangunan dan gedung bertingkat serta perlunya penguatan jika ditemukan bangunan yang tidak memenuhi standar aman gempa bumi.

(Disunting dari kolom Daryono, BMKG, di Harian Kompas. Gambar sampul: Viva.co.id)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0