Tampilan baru Kampus Lapangan ‘Sunnah Muakad’ bagi Seorang Geolog: LIPI Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Anak geologi atau anak tambang, apalagi yang kuliah di Jawa, sangat mungkin kalau tidak asing dengan nama LIPI Karangsambung. Hal ini karena LIPI Karangsambung merupakan kampus lapangan yang dibangun di lokasi yang unik dan kompleks secara geologi, tempat yang cocok untuk para calon ahli kebumian sebagai permulaan mengenal dunia bebatuan. Setiap tahun, kampus ini pasti akan dikunjungi oleh berbagai program studi dari berbagai universitas untuk lebih mengenal yang disebut dengan kompleks Mélange Luk Ulo.

Menariknya, keadaan kampus dibuat mencerminkan beberapa formasi yang ada di daerah Karangsambung dan sekitarnya menjadi hal yang harus kita ketahui, halaman depan kampusnya pun selalu ada perubahan lebih menarik setiap tahunnya.

Cek gambar-gambar berikut yuk:

Gerbang kampus LIPI Karangsambung.

 

Gambar di atas merupakan gerbang masuk kampus LIPI Karangsambung, sedikit ada perubahan dan juga lebih rapi dari tahun terakhir saya berkunjung pada 2016. Ada perubahan di bagian tempelan di dindingnya, lebih banyak ornamen yang digunakan. Selain itu, jalur masuknya diperbaiki dengan mengganti paving block karena banyak yang berlubang dan berlumut sehingga jalan menjadi licin.

 

Museum Melange di kampus LIPI Karangsambung.

 

Nah ini gan/sis, yang menjadi tampilan baru setelah pintu masuk kampusnya. Ada bangunan atau miniatur dari keadaan mélange yang ada di lapangan Karangsambung, yaitu terdapat banyak jenis batuan di satu lokasi akibat adanya struktur geologi. Di belakangnya terdapat banya jenis batuan yang dipajang dan disebutkan nama batuannya apa serta umur dan keterangan lain yang melengkapi informasi tentang batuan tersebut.

Cek lagi gambar-gambar di bawah ini ya:

 

Contoh batuan-batuan yang ada di lapangan kampus LIPI Karangsambung.

Silahkan gan/sis di lihat-lihat gambarnya, mudah-mudahan menjadi lebih penasaran dan lebih ingin tahu dan mencari tahu lagi tentang jenis batuan yang kalian sudah baca/lihat.

Selain koleksi batuannya, di kampus ini juga ada beberapa lokasi yang sering dijadikan sebagai lokasi foto bersama setelah rangkaian kegiatan lapangan selesai dilaksanakan. Amphitheatre Karangsambung, merupakan salah satu lokasi foto bersama yang paling sering digunakan. Beberapa geolog terkenal di Indonesia juga pasti pernah melakukan foto bersama di tempat ini.

Amphitheatre Karangsambung sebagai salah satu tempat favorit foto bersama.

 

Terakhir nih gan/sis, ada bagian kampus yang tenar di kalangan mahasiswa dengan sebutan “Tangga Shaolin”. Tangga ini merupakan tantangan berat yang masih harus didaki sepulang kita dari lapangan,  memang hari-hari awal di kampus belum terasa beratnya. Tetapi, terasa berat ketika sudah lama berada di kampus dan ketika kita pulang dari lapangan dengan berjalan kaki. Silakan gan/sis bayangkan dan barangkali ada yang mau mencoba, monggo.

Tangga shaolin, tantangan terberat menuju asrama.

 

Bagaimana pendapat teman-teman mengeni tampilan baru kampus Karangsambung? Apa kenangan kalian yang paling berkesan tentang Kampus Karangsambung? Kalau ada yang mau didiskusikan langsung kasih komentar saja ya gan dan sis.

Salam dari batugamping Nummulites di depan pagar kampus!

 

(Tulisan dan Foto-foto oleh Dika Prasaja)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0