UNESCO Tetapkan Gunung Rinjani sebagai Geopark Global

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Lembah Sembalun dan lereng Gunung Rinjani, Lombok. (Foto: Wikimedia Common)

 

Puluhan ribu petualang menziarahi punggung Rinjani setiap tahun, datang dari dalam negeri dan mancanegara untuk menggapai puncak Anjani dan menghirup udara berkabut di tepi Danau Segara Anak. Tahun ini, gunung api yang terletak di Pulau Lombok itu, beserta kawasan di sekitarnya akan mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO sebagai Geopark Global.

General Manager Dewan Geopark Rinjani Chairul Mahsul mengonfirmasi hal ini pada The Jakarta Post. Pemberian sertifikat akan dilaksanakan September nanti di Italia, dalam Konferensi Internasional UNESCO mengenai Geopark Global.

UNESCO menerapkan kriteria ketat untuk menyebut sebuah kawasan termasuk sebagai Geopark Global. Selain keragaman geologi, sebuah geopark juga dinilai dari kekayaan hayati dan budayanya. Pengelolaan sebuah geopark juga harus memenuhi prinsip konservasi, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan.  Tak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut mendapatkan manfaat dari pengelolaan geopark. Oleh karena itu, pengakuan dari UNESCO ini merupakan kabar gembira bagi perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah, lembaga swadaya masyarakat, maupun swasta.

Upaya untuk mewujudkan geopark yang sesuai dengan standar UNESCO telah dimulai sejak 2007. Pendataan keragaman geologi, lingkungan hidup, dan budaya segera dilakukan untuk kemudian dikembangkan dalam sistem pariwisata terpadu dan berkelanjutan. Pada 2016 lalu, perwakilan dari badan PBB itu datang ke Geopark Rinjani guna melakukan asesmen. Mereka mengevaluasi kawasan tersebut berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Selanjutnya para asesor membuat rekomendasi yang disampaikan pada konferensi geopark global pada tahun 2017. Baru akhirnya pada tahun ini, status sebagai geopark global akan diresmikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dalam rilisan CNN Indonesia, bahwa terangkatnya kawasan Rinjani sebagai geopark global akan memperkuat citra pariwisata Pulau Lombok di mata dunia. Hal ini akan menarik pengunjung lebih banyak dan mendatangkan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Geopark Rinjani sendiri tak hanya meliputi tubuh gunung api saja, namun juga mencakup kepulauan Gili dan Lembah Sembalun. Rinjani adalah geopark global ketiga di Indonesia, menyusul Kaldera Gunung Batur di Pulau Bali dan Kars Gunung Kidul di bagian selatan Pulau Jawa.

Bagaimana kita dapat mencapai Rinjani? Pendaki Gunung api tertinggi kedua di Indonesia ini biasanya memulai dari Bandara Internasional Lombok Praya. Dari sini, cara termudah untuk mencapai titik awal pendakian di Sembalun adalah dengan mobil sewaan. Perjalanan akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Cara lain ke Sembalun bisa dilakukan dengan naik bus Damri ke pool Mataram. Setelah itu pindah angkutan umum menuju ke Desa Aikmel. Dari desa ini, masih harus berganti angkutan lagi untuk sampai ke Sembalun. Pilihan paling nyaman memang dengan menyewa mobil, apalagi jika berangkat dan patungan bersama rombongan. Perjalanan yang nisbi panjang tak akan begitu terasa karena pemandangan sekeliling yang tak bikin jenuh.

Setiba di Sembalun berarti kita telah menapaki jantung kawasan Geopark Rinjani yang menyimpan kekayaan 22 warisan geologi, 8 warisan hayati, dan 17 warisan budaya. Dari puncak setinggi 3726 mdpl hingga pulau-pulau koral, juga desa-desa adat dan upacara adatnya.

 

(Hafiz Fatah)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0