Sinabung, Setelah Lama Tertidur

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Gunung Sinabung saat meletus. (c) ANTARA

Setelah sempat tertidur lebih dari 400 tahun, Gunung Sinabung sangat aktif bererupsi sejak terbangun pada 2010.

Gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini masih dalam status Awas hingga kini. Rilis terakhir BNPB mengenai aktivitas Gunung Sinabung mengabarkan terjadinya letusan pada 16 Desember 2017. Ribuan masyarakat di sekitar lokasi telah mengungsi, sebagian telah mendapat kepastian untuk relokasi tempat tinggalnya.

Tataan geologi Gunung Sinabung terletak pada jajaran pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Jajaran Pegunungan ini terbentuk oleh subduksi Lempeng Samudra Hindia ke bawah Lempeng Benua Eurasia yang menopang daratan Sumatera. Pergerakan konvergen dari kedua lempeng ini menyebabkan sering terjadi gempa bumi dan terbentuknya gunung api di Pulau Sumatera.

Gunung Sinabung tercatat belum pernah meletus sejak tahun 1600, sehingga sebelum 2010 termasuk gunungapi Tipe B. Gunung api  Tipe B adalah gunung yang sudah sangat lama beristirahat, namun masih memiliki kemungkinan untuk meletus. Pada Agustus 2010, gunung tertinggi kedua di Sumatera Utara ini menyemburkan awan panas dan melontarkan material erupsi ke sekililingnya. Letusan yang menandai akhir dari tidur panjang Sinabung. Episode letusan Sinabung berlanjut pada tahun 2013-2014, dan dari 2016 sampai hari ini.

Dalam rilisan kumparan.com, Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan bahwa terdapat ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian. Warga yang tinggal di lereng Sinabung tersebut sebagian masih memungkinkan untuk kembali jika status gunung turun menjadi siaga, namun sebagian yang lain harus direlokasi.

“Kami sampai saat ini memiliki data sebanyak 1.682 KK akan direlokasi mandiri pada tahap kedua yang diperkirakan akan selesai bulan Desember 2017. Kemudian kita juga masih menunggu ada sekitar 1.098 KK yang harus direlokasi,” katanya. Sutopo menjelaskan, penanganan relokasi pengungsi memakan waktu lama karena keterbatasan lahan. Selain lahan untuk rumah tinggal, pemerintah juga memberikan bantuan berupa lahan untuk pertanian kepada warga yang direlokasi.

Saat ini di Indonesia, ada dua gunung yang berstatus awas, yaitu Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Agung di Bali. Sementara itu, ada sekitar 18 gunung lain yang berstatus waspada. Publik dapat memantau status terkini dari gunung-gunung tersebut dari aplikasi Magma Indonesia yang dirilis oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.

Sinabung hari ini masih terus bergeliat. Akan sampai kapan vulkanisme berlangsung, belum ada yang bisa memastikan.

(Geopedia.co ,dirangkum dari berbagai sumber)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0