Status Gunung Agung Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Gunung Agung di Karangasem, Bali, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pun telah menaikkan status Gunung Agung dari level Waspada ke level Siaga. Penaikan status ini telah dilaporkan kepada pemerintah setempat hingga ke tingkat camat untuk menginformasikan kepada masyarakat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau agar masyarakat tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat dipersilakan beraktivitas seperti biasa, namun dengan memperhatikan rekomendasi dari pemerintah.

Rekomendasi dari PVMBG di antaranya adalah untuk menjauh dari area gunung dalam radius 6 kilometer dan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian.

Sutopo menerangkan, aktivitas Gunung Agung semakin meningkat dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik yang mengindikasikan bahwa Gunung Agung dalam keadaan tidak stabil sehingga kemungkinan terjadinya letusan semakin besar.

Laporan aktivitas vulkanisme Gunung Agung yang memuat jumlah gempa vulkanik serta rekomendasi dari PVMBG. (c) magma.vsi.esdm.go.id/

Gunung Agung meletus terakhir pada 1963, mencatatkan skala VEI 5 dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km di atas puncak Gunung Agung dan dsertai aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa di sekitar. Saat itu, letusan menelan korban 1.100 jiwa termasuk yang terkena dampak aliran lahar.

Karakter dari letusan Gunung Agung dicirikan oleh erupsi-erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat kegiatan di Gunung Agung yang terletak di dalam Kawah Gunung Agung.

Dalam sejarah aktivitasnya, erupsi Gunung Agung mengindikasikan potensi ancaman bahaya berupa jatuhan piroklastik, aliran piroklastik, dan aliran lava. Daerah yang berpotensi terancam jatuhan piroklastik dapat tersebar di sekeliling Gunung Agung tergantung pada arah angin.

Dengan kondisi aktivitas seperti saat ini maka jika terjadi letusan, potensi bahayanya diperkirakan utamanya berada di area tubuh Gunung Agung yang berada di lereng Utara, Tenggara, dan Selatan.

Ancaman bahaya secara langsung berada di daerah utara Gunung Agung terutama di daerah aliran sungai Tukad Tulamben, Tukad Daya, Tukad Celagi yang berhulu di area bukaan kawah, Sungai Tukad Bumbung di Tenggara, Pati, Tukad Panglan, dan Tukad Jabah di Selatan berpotensi terhadap bahaya aliran piroklastik dan lahar. Jika erupsi efusif berupa aliran lava Gunung Agung.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Badung I Nyoman Wijaya mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada camat dan perangkat lainnya.

“Semoga tidak terjadi. Kalaupun terjadi kami di BPBD sudah siap dengan sarana-prasarana. Bila ada abu vulkanik kami akan bagikan masker untuk pelindung. informasi lisan sudah disampaikan melalui grup WA ke seluruh camat dan perangkatnya. Tujuannya agar kita semua waspada,” ujar Nyoman Wijaya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa agar status waspada yang ditetapkan untuk Gunung Agung bisa kembali normal. Namun demikian, pihaknya masih melihat situasi yang berkembang.

(Geopedia.co, sumber: PVMBG, detik.com & balipost.com, gambar sampul: Andik Setiawan/d’Traveler)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0