Geologi Pulau Dragonstone dalam Serial Game of Thrones

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Game of Thrones musim ke-7 baru saja berakhir dan para penggemar harus menanti sampai akhir 2018 atau awal 2019 untuk dapat mengetahui apakah Daenerys akan mengandung anak naga keempat untuk menggantikan Viserion dan membantu memusnahkan barisan para zombie -meskipun nanti naganya masih terlalu kecil, atau malah sang Night King yang dapat menaklukkan Westeros dan mewujudkan sebuah kedamaian abadi di Seven Kingdom yang sebelumnya penuh pertikaian dan penghianatan.

Salah satu bagian terbaik dari serial Game of Thrones adalah tempat pengambilan gambar yang menunjukkan setting peristiwa terjadi, yakni di kastil-kastil bergaya abad pertengahan yang megah, serta di tengah bentang alam yang selain menakjubkan dipandang juga menarik untuk diusut sisi geologinya. Nah, di musim ke-7, latar tempat yang paling menonjol bagi insan geologi mungkin adalah Pulau Dragonstone.

Daenerys memilih Dragonstone sebagai markas bagi pasukannya setelah menyeberang dari benua sebelah, mengingat pulau tersebut adalah tempat asal leluhur Dinasti Targaryen. Ketika adegan menunjukkan Dany yang dengan penuh haru menggamit pasir tanah kelahirannya dan  kemudian berjalan mendaki seribu tangga menuju bangunan utama kastil, pemirsa diperlihatkan dinding-dinding batu yang kokoh dan tinggi di latar belakang. Lebih jauh, episode berikutnya mengekspos singkapan batuan tersebut dan memperlihatkan struktur perlapisan yang sangat baik.

Pertanyaannya adalah, singkapan batuan apakah itu? Dan di manakah lokasinya?

Di dalam serial, Jon Snow yang mencari bala bantuan serta bahan untuk membuat senjata melawan rombongan mayat pembunuh datang menemui Dany di Dragonstone. Ia meminta izin untuk menambang dragonglass, sejenis batu yang dapat diandalkan untuk membunuh zombie sebab baja biasa tidak mempan. Dragonglass sendiri pernah dijelaskan di serial sebagai padanan untuk obsidian di dunia nyata. Sementara obsidian adalah batuan yang terbentuk dari proses pembekuan yang ekstra cepat dari lava, apakah perlapisan batuan yang disebutkan di awal merupakan batuan vulkanik?

Pertanyaan ini dijawab oleh Jim Lehane, akademisi geologi dari University of Utah, dalam tulisannya di AIPT, yang menyebutkan bahwa perlapisan batuan di atas adalah struktur pada sebuah endapan turbidit. Endapan turbidit terbentuk dari proses longsoran material di kedalaman laut.  Ketika material yang terdiri dari bongkah batuan, kerikil, pasir, sampai ke yang paling kecil berupa lempung mengalami longsor di bawah laut, runtuh ke bagian laut yang lebih dalam dan terendapkan kembali dimulai dari butiran paling besar, diikuti butiran lebih kecil di atasnya.

Endapan turbidit yang membentuk perlapisan seperti halaman-halaman buku, pada umumnya merupakan produk dari proses longsor berkali-kali.

Tipe batuan turbidit ini jauh hubungannya dengan aktivitas pembekuan lava secara instan yang mensyaratkan terbentuknya obsidian. Lagipula, hanya tipe gunungapi darat yang memungkinkan untuk membentuk obsidian, bukan gunungapi yang berada di bawah laut. Jadi dari sudut pandang geologi, sebetulnya tidak mungkin kalau obsidian dapat ditemukan dan digali di tengah-tengah endapan turbidit seperti yang dikisahkan di Game of Thrones. Namun tentu ini bukan sebuah protes yang serius karena dunia yang sedang dibahas adalah dunia yang memperbolehkan naga serta zombie untuk eksis ke sana kemari.

Tebing batu Dragonstone dalam kehidupan sehari-hari. (c) Jim Lehane

Lokasi pengambilan gambar untuk adegan-adegan di Dragonstone, terletak di Pantai Itzurun, Zumaia, Spanyol. Jim Lehane mengadakan penelitian disertasinya di tempat ini dan mengatakan bahwa memang lokasi ini telah populer di kalangan peneliti  geologi, terutama bagi mereka yang berasal dari Eropa.

Pantai Itzurun merupakan sebuah taman nasional yang banyak dikunjungi wisatawan sehari-hari. Bagaimana, apakah ada yang tertarik untuk meluncur ke Itzurun? Kita bisa berimajinasi bahwa selain terdapat kastil yang didirikan oleh klan Tragaryen awal, Itzurun dulu pernah diterpa longsor bertubi-tubi di bawah laut sebelum naik dan menjadi daratan. Tapi itu dulu, dulu sekali. Jauh sebelum kelahiran para naga.

 

(Hafiz Fatah)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0