Panas Bumi Indonesia Diproyeksikan Sebagai yang Terbesar di Dunia pada 2021

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Lapangan Panas Bumi Wayang Windu, Jawa Barat. (c) Star Energy

Berkah dari ribuan gunungapi yang pernah maupun masih aktif di Indonesia, negara ini merupakan salah satu pemilik potensi energi panas bumi terbesar di dunia, dan diprediksi akan menjadi yang terbesar pada tahun 2021. Dalam kurun empat tahun mendatang, Indonesia diperkirakan akan menggeser posisi Amerika Serikat dan Filipina yang bertengger sebagai penghasil panas bumi nomor satu dan dua di dunia saat ini.

Dilansir situs resmi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM menyatakan bahwa prediksi tersebut berdasarkan atas kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) yang terus meningkat.

Dirinya optimis, Indonesia pada tahun 2018 akan sanggup menghasilkan tenaga listrik panas bumi sebesar 2.23,5 Megawatt (MW). Kapasitas tersebut dapat diraih berkat beroperasinya PLTP Sarulla di Tapanuli Utara (2 x 110 MW), PLTP Karaha Bodas di Tasikmalaya (30 MW), PLTP Sorik Marapi di Mandailing Natal (2 x 20 MW), dan PLTP Lumut Balai di Muara Enim (55 MW).

Berikutnya menurut peta jalan energi panas bumi di Indonesia, Kementrian ESDM menargetkan produksi energi sebesar 3.559,5 MW pada tahun 2021. Kapasitas ini disebut bakal melampaui produksi Amerika Serikat dan Filipina. Melihat perkembangan dua negara tersebut, optimisme ini cukup berdasar karena tengah terjadi stagnasi di Amerika Serikat sebab kurangnya insentif eksplorasi baru, sedang Filipina sebentar lagi sudah akan mencapai titik maksimal potensi yang dimilikinya.

“Kami punya cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW tapi belum dioptimalkan. Ini bisa menjadi peluang bagi para investor sekaligus jalan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” ungkap Dadan.

Demi mendukung proyeksi ini, pemerintah akan memudahkan investor panas bumi dengan memberikan insentif fiskal dan non fiskal. Ditambah lagi, pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan khusus mengenai panas bumi yaitu Undang-Undang No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung. Dalam peraturan ini, pengembangan panas bumi tidak dikategorikan sebagai usaha pertambangan, sehingga dapat dilakukan di kawasan hutan konservasi.

Kemudian, terdapat juga Peraturan Menteri ESDM No. 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Regulasi ini mengatur tentang Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang bertujuan untuk membuat harga pokok listrik lebih kompetitif baik di wilayah barat maupun timur Indonesia.

Indonesia tercatat memiliki 331 potensi pemanfaatan energi panas bumi, namun baru 10 persen potensi yang telah dimanfaatkan. Menilik ketersediaan potensi yang begitu besar, sepertinya sudah sepantasnya energi panas bumi dipertimbangkan sebagai sumber energi alternatif pengganti batubara yang kurang ramah lingkungan.

(Geopedia.co, Sumber : CNN, Kementerian ESDM, dan Good News From Indonesia)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0