Keuntungan Tak Terduga dari Gempa Selandia Baru

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Bebatuan ini masih terendam di dasar laut sebelum gempa November 2016 lalu. (c) AFP

Bencana alam pada umumnya hanya membawa kesengsaraan dan kerugian, namun gempa bumi yang terjadi di Selandia Baru tahun lalu membuat sebuah pemerintah lokal dapat menghemat dana hingga jutaan dolar untuk pelestarian daerah pantai.

Gempa Kaikoura yang mengguncang Pulau Selatan Selandia Baru pada November 2016 lalu mencatatkan magnitude sebesar 7.8 Skala Richter dan menelan dua korban jiwa, dan mengubah garis pantai secara drastis sebab dasar laut yang terangkat setinggi satu hingga delapan meter. Badan pemerintah daerah di Kaikoura menyebutkan bahwa pengangkatan pantai sepanjang 120 km garis pantai tersebut berpotensi untuk menyelamatkan infrastruktur di tepi laut yang sebelumnya terancam oleh bahaya abrasi.

Walikota setempat Winston Gray menyatakan bahwa pemerintah lokal telah menganggarkan dana jutaan dolar untuk mengatasi masalah erosi di pantai, yang merupakan salah satu isu utama di sepanjang pantai timur Pulau Selatan. “Sekarang, akibat pengangkatan, bahaya erosi bukan lagi ancaman besar, untuk sementara waktu.” Ujarnya kepada Radio New Zealand, “Entah untuk berapa lama, kami belum tahu.”

Pakar lingkungan menyatakan bahwa mereka masih mengumpulkan dan mempelajari data mengenai isu permasalahan pantai, sementara pekerjaan restorasi masih terus berlanjut untuk membersihkan bahaya dan memperbaiki kerusakan akibat gempa pada jalan, bisnis, dan rumah dengan nilai kerugian ditaksir mencapai NZD900 juta.

Namun terbentuknya garis pantai baru tersebut tentu tidak hanya menimbulkan dampak positif. Seorang warga di Waipapa Bay, menyebut pengangkatan dasar laut setinggi delapan meter di lingkungannya telah merusak pemandangan dari yang semula tepian laut yang cantik. “(Pantai setelah terangkat) sangat jelek, warnanya putih, dan berbau busuk. Kemudian muncul banyak kolam-kolam batu yang hijau, berlendir, dan penuh dengan nyamuk-nyamuk menyeramkan.” Jelasnya pada Radio NZ bulan lalu.

Disadur dari BBC.com

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0