Kondisi Geologi Ceres Menjadi Petunjuk Adanya Material Organik

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Wahana antariksa NASA Dawn baru-baru ini mendeteksi adanya area kaya materi organik di Ceres. Ceres adalah planet kerdil (dwarf planet) yang berdiameter 950 km dan berada di sistem tata surya bagian dalam, ditemukan oleh Giuseppe Piazzi pada tahun 1801 dan sejak 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional meningkatkan statusnya dari asteroid menjadi planet kerdil. Para ilmuwan mengevaluasi geologi di area Ceres untuk menyimpulkan bahwa adanya materi organik yang asli (native) berasal dari planet kerdil ini. Data dari wahana antariksa menunjukkan bahwa bagian dalam Ceres merupakan sumber material organik tersebut.

Peneliti Southwest Research Institute (SwRI) mengkaji kaitan geologi dengan area yang kaya material organik di Ceres. Wahana antariksa Dawn menunjukkan data sebuah area  tempat ditemukannya konsentrasi organik di sekitar kawah Ernutet (ditandai huruf “a” hingga “f”). Warna menunjukkan kekuatan penyerapan unsur organik, dengan warna hangat mengindikasikan konsentrasi yang lebih tinggi. NASA.

Menurut Dr. Simone Marchi, seorang periset senior di Southwest Research Institute, “penemuan konsentrasi organik yang tinggi secara lokal ini menarik dan berdampak signifikan bagi pengetahuan astrobiologi. Ceres memiliki bukti mineral ammonia yang mengandung mineral-mineral terhidrasi, air es, karbonat, garam, dan sekarang material organik. Dengan penemuan baru ini Dawn menunjukkan bahwa Ceres memiliki bahan utama bagi kehidupan.”

Ceres diyakini berasal dari sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu pada saat awal tata surya kita terbentuk. Mempelajari materi organiknya dapat membantu menjelaskan asal usul, evolusi, dan distribusi spesies organik di seluruh sistem tata surya. Data dari penampakan Dawn dan spektrometer pemetaan inframerah menunjukkan sebuah konsentrasi tinggi material organik dekat dengan kawah Ernutet yang berdiameter 50 km di bagian utara Ceres. Distribusi dan karakteristik organik tampaknya menghalangi hubungan dengan tiap kawah. Konsentrasi paling besar tampak menggantung terputus-putus di lantai barat daya dan lingkar kawah Ernutet. Selain itu, peneliti melihat distribusi dan pancaran material yang merupakan fokus Marchi dalam melihat tatanan geologinya.

“Secara umum, kawah di permukaan Ceres cukup banyak jumlahnya dan dan berumur sangat tua, namun lingkaran kawah Ernutet relatif masih baru terbentuk” terang Marchi. “Area ini kaya dengan materi organik, di antaranya adalah unsur karbonat dan ammonia, yang merupakan unsur-unsur asli terkandung dalam Ceres. Sehingga disimpulkan bahwa keseluruhan materi organik yang terdeteksi  terbentuk di tempat tersebut, bukan karena faktor eksternal”.

Ceres menunjukkan dengan jelas aktivitas hidrotermal, alterasi dan mobilitas fluida, sehingga sebagian areanya yang kaya material organik diinterpretasi sebagai hasil proses-proses endogenik internal tersebut. Peneliti Dawn berencana untuk melanjutkan kajian planet kerdil ini, mengidentifikasi proses yang terjadi di Ceres yang memungkinkan untuk membawa material organik tersebut dari bagian dalam ke permukaannya.

Sumber materi: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/02/170216144033.htm

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0