Banjir Jakarta, Penyebab dan Solusinya Menurut Urban Poor Consortium

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Mayoritas daerah di Indonesia sedang mengalami puncak musim hujan ditandai dengan debit air hujan yang melimpah dan turun berhari-hari. Hal ini tak pelak memunculkan masalah berupa bencana musiman yang langganan terjadi saat musim hujan, yaitu banjir dan tanah longsor. Sementara warga yang tinggal di lereng bukit atau di daerah sekitarnya harus semakin waspada terhadap ancaman longsor, banjir sudah menyita perhatian kita saat ini, terutama banjir di ibukota, Jakarta.

Terlepas dari kepentingan politis, banjir yang selalu terjadi di Jakarta setiap tahunnya merupakan masalah yang penting untuk  diuraikan penyebab dan dirumuskan solusinya. Urban Poor Consortium, sebuah organisasi nirlaba membuat infografis menarik untuk merangkum penyebab banjir Jakarta dan langkah yang dapat diterapkan sebagai solusi.

Menurut Urban Poor Consortium, faktor yang menyebabkan terjadinya banjir di Jakarta adalah sebagai berikut;

1. Limpasan air dari Bogor dan Depok
Debit air melimpah di Jakarta datang dari daerah yang lebih tinggi di Bogor dan Depok yang tak banyak terserap sepanjang perjalanannya ke hilir. Alih lahan dari hutan menjadi kebun dan perumahan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air.

2. Sampah
Sampah berperan sebagai penyebab banjir karena menyumbat pintu air dan infrastruktur lain yang dibutuhkan dalam mengontrol banjir. Jumlah sampah di Jakarta total sebanyak 7.000 ton setiap hari.

3. Kondisi waduk
Waduk dan danau sebagai tempat menampung air dalam jumlah besar di daratan memiliki peran vital dalam mencegah banjir saat musim hujan dan menyimpan air saat kemarau. Wilayah Jaabodetabek memiliki 800 waduk pada zaman Belanda, namun kini hanya tersisa 200. 80% waduk dalam kondisi kering, mengalami pendangkalan parah, atau bahkan dijadikan pemukiman.

4. Penurunan muka tanah
Penurununan muka tanah di Jakarta disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan oleh industri, perumahan, dan pengembang. 40% Jakarta mengalami penurunan sebesar 3-10 cm/tahun dan ini meningkatkan risiko banjir secara signifikan.

5. Rawa yang mengering
Sebagian besar wilayah Jakarta dahulu berupa rawa yang sekarang telah dikeringkan dan ditutupi dengan permukaan yang tidak dapat menyerap air seperti jalan dan rumah.

6. Perubahan Iklim
Terjadi peningkatan muka air laut dan curah hujan secara global yang berdampak buruk bagi Jakarta yang berada di daerah rendah.

7. Ombak tinggi
Ombak pasang dapat mencapai ketinggian lebih dari 1 meter dihitung dari kondisi surut. Ombak pasang yang terjadi di musim hujan dapat melewati tanggul dan menyebabkan banjir parah di kawasan pesisir.

Infografis penyebab banjir Jakarta oleh Urban Poor Consortium.

Dan bagaimana mengatasinya? Solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan daerah resapan
Memperluas area resapan air tak hanya berguna untuk mencegah banjir di wilayah hilir, namun juga untuk sumber air bersih di daerah hulu ke tengah. Untuk meningkatkan area resapan, penting untuk melestarikan daerah alami seperti hutan dan danau, perawatan waduk untuk menangkap air dan mengisi kembali air tanah. Kemudian melakukan pengelolaan wilayah pemukiman baru dan perubahan fungsi lahan agar tidak mengganggu area resapan air.

2. Membatalkan reklamasi
Adanya pulau buatan membatasi aliran air dari 13 sungai di Jakarta ke dalam laut, mengakibatkan terakumulasinya sampah dan toksin di sebagian sempit laut. Membatalkan reklamasi membuat aliran air dari sungai lancar dan risiko banjir berkurang.

3. Pengurangan pompa air tanah
Pemerintah dapat menyediakan infrastruktur air bersih yang menjangkau seluruh kepentingan bisnis, industri, dan rumah tangga agar mengurangi pengambilan air dari dalam tanah. Dampaknya diharapkan dapat menghentikan laju penurunan muka tanah sehingga lebih aman dari risiko banjir.

4. Naturalisasi sungai
Praktik pelurusan dan pembetonan sungai perlu dihentikan sebab mengurangi daya serap air secara signifikan.

5. Pengelolaan limbah
Pemanfaatan limbah melalui daur ulang dan pengelolaan yang tepat terhadap sampah vital dilakukan untuk membebaskan kota dari masalah sampah. Perlu dibangun fasilitas khusus untuk mengolah limbah, dan gerakan pengelolaan sampah digerakkan mulai dari komunitas kecil seperti kampung atau rt rw.

Solusi banjir menurut Urban Poor Consortium.

(HF/Geopedia.co, isi dan gambar oleh Urban Poor Consortium, gambar sampul: Reuters)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0