Geolog Indonesia Meneliti Evolusi Bumi ke Antartika

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Antartika Pak Nug
Kegiatan winter camp di Mt. Norikura. dok. JARE

Dr. Nugroho Imam Setiawan, Dosen Teknik Geologi UGM tergabung dalam misi penelitian ke Antartika bersama tim ekspedisi dari Jepang yang akan berangkat pada November 2016 – Maret 2017 mendatang.

Dr. Nugroho, 33, terlibat dalam sebuah ekspedisi yang disebut JARE (Japan Antarctic Research Expedition) mengadakan penelitian yang bertujuan untuk memahami peran Antartika terhadap dinamika bumi dan iklim masa lalu, sekarang, dan masa depan.Tergabung di dalamnya 64 peneliti di bidang geologi, oseanografi, astronomi, biologi, dan glasiologi.

Ekspedisi JARE diselenggarakan oleh National Institute of Polar Research, sebuah lembaga riset yang melibatkan banyak universitas di Jepang. Dr. Nugroho bergabung melalui program AFoPS sebagai perwakilan dari negara lain di Asia bersama dua orang ilmuwan dari Sri Lanka dan Mongolia..

“Benua-benua di belahan bumi bagian selatan awalnya berupa satu superkontinen yang dikenal dengan nama Gondwana. Asia, Australia, dan Afrika telah bergerak dari tempatnya semula. Hanya ada satu bagian dari Gondwana yang tetap di tempat, yaitu Antartika. Dan dengan iklim kutubnya, Antartika mampu merekam dengan baik bukti-bukti evolusi bumi.” Kata Dr. Nugroho sewaktu dijumpai di ruang kerjanya selepas jam mengajar.

Dosen yang aktif menggeluti bidang petrologi batuan metamorf itu menambahkan, ekspedisi kelimuan lintas bidang tersebut juga membawa misi untuk mengamati lantai dasar samudra, fenomena aurora, lubang ozon, iklim, hingga jatuhan meteorit.

Berangkat dari Perth, Australia dengan kapal Shirase, tim ekspedisi diperkirakan akan menempuh perjalanan laut selama satu bulan, dan menghabiskan waktu dua bulan menjelajah kutub selatan.

“Tantangan terberat adalah suhu yang ekstrem dingin, yang bisa mencapai minus 25o di titik terendahnya. Awal bulan ini tim ekspedisi memperoleh pembekalan menghadapi kondisi tersebut dengan mengikuti winter camp di Gunung Norikura.” Ujarnya.

“Pemahaman tentang seluk beluk Antartika telah memberikan sumbangan penting dalam ilmu pengetahuan sebagai dasar mengembangkan pemikiran di cabang-cabang ilmu pengetahuan lain.” Dr. Nugroho berkata saat disinggung mengenai manfaat penelitian ini ke depannya.

Lalu apa manfaat ekonomisnya? “Tidak ada. Sekali waktu kita perlu memandang geologi bukan hanya untuk mengeruk sumber daya alam, namun juga penting untuk menempatkannya sebagai sains murni.” Lanjutnya.

Dosen yang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Kyushu ini berharap keikutsertaannya pada ekspedisi kali ini dapat menggugah semangat riset di Indonesia, salah satu motivasinya adalah, “Berupaya mengembalikan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dasar. Saya ingin mendorong generasi selanjutnya agar tidak ragu menekuni dunia ilmu pengetahuan.”

Hafiz Fatah / Geopedia.co

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0