Arie Frederick Lasut, Bapak Pertambangan Indonesia

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Ari Lasut

Selain dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional, Arie Frederick Lasut juga dikenal sebagai Bapak Pertambangan Indonesia. Sebutan tersebut dialamatkan kepada beliau karena pengetahuan beliau yang luas berkaitan dengan Ilmu Geologi dan Pertambangan. Beliau merupakan salah satu murid dari dari RW Van Bemmelen, seorang geologist berkebangsaan Belanda yang meneliti dan menulis buku Geology of Indonesia. Banyak manuskrip yang beliau pelajari dan beliau simpan semasa belajar dan meneliti bersama sang guru.

Selepas kemerdekaan, beliau merintis berdirinya Jawatan Geologi dan Tambang (sekarang Badan Geologi) dengan mengambil alih Chisitsu Chosajo (Jawatan Geologi) dari tangan Jepang. Banyak dokumen geologi yang berisi data kekayaan alam di Indonesia disimpan lembaga tersebut. Sadar akan pentingnya dokumen-dokumen tersebut, Lasut memilih untuk menyembunyikan keberadaan dokumen geologi tersebut ketika diminta oleh tentara Belanda saat terjadi agresi militer Belanda II.

Beliau bersikeras untuk tidak mau bekerjasama dengan tentara Belanda dan secara sembunyi-sembunyi melarikan dokumen-dokumen penting tersebut ke Yogyakarta hingga membuatnya menjadi buronan tentara Belanda. Akhirnya, pada tanggal 7 Mei 1949 beliau ditangkap di rumahnya di daerah Pakem, Sleman untuk kemudian diinterogasi dan disiksa agar mau menyerahkan dokumen geologi yang beliau bawa. Dengan tegas beliau menolak memberitahukan keberadaan dokumen tersebut hingga akhirnya ditembak mati oleh tentara Belanda yang merasa kesal.

Arie Frederick Lasut meninggal sebagai geologist sekaligus patriot pembela tanah air. Atas jasanya, beliau diangkat sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 012/TK/TAHUN 1969.

 

(AFA/Geopedia.co)

BagikanShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0